Setelah Jembatan, Kini Pasar Sungai Lulut Jadi Penyebab Kemacetan

  • Whatsapp

Topwarta.com,Banjarmasin- Relokasi pedagang pasar Sungai Lulut, Kabupaten Banjar sampai saat ini belum juga terlaksana. Pasalnya, meskipun jembatan yang menghubungkan kawasan Sungai Lulut dan Sungai Gardu sudah selesai dan baru saja diresmikan, kemacetan masih sering terjadi.

Mashur, pedagang ikan sungai di kawasan Pasar Sungai Lulut mengatakan semua para pedagang di sana belum bersedia untuk direlokasi ke tempat lain.

“Rata-rata pedagang di sini tidak mau dipindahkan ketempat lain. Soalnya di tempat yang ada ini aja sedikit keuntungannya,” ucapnya.

Ia mengaku sampai saat ini masih membayar retrebusi pasar sebesar Rp 300 ribu kepada kelurahan. “Makanya kami tidak mau pindah,” sambungnya.

Namun ia menuturkan jika memang mau dipindahkan ketempat lain, “dengan satu syarat, bisa lebih memberi keuntungan kepada kami, jadi tidak ada yang dirugikan,” tandasnya.

Dilain sisi, salah satu warga Sungai Lulut, Kabupaten Banjar, Satya mengatakan, ia bersyukur jembatan yang awalnya menjadi sumber kemacetan sekarang sudah resmi diresmikan. Namun hampir setiap hari ketika jam sibuk (Pagi dan Sore hari) kawasan tersebut masih menjadi titik rawan kemacetan.

“Kadang-kadang kegiatan pasar menjadi titik kemacetan,” ucapnya pada topwarta.com.

Menurutnya, kemacetan tersebut bisa diatasi jika pemerintah melakukan pembebasan lahan pada kawasan pasar yang ada di sisi bahu jalan.

“Soalnya pedagang banyak yang menggelar dagangannya sampai mepet ke bahu jalan, itu yang membuat kemacetan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sepanjang jalan Sungai Gardu juga menjadi salah satu penyebab kemacetan.

“Banyak rumah yang membuka lapak jualan di sepanjang jalan itu yang mepet dengan bahu jalan, ditambah tidak memiliki tempat parkir,” tambahnya.

Lelaki yang bekerja disalah satu perusahaan swasta tersebut berharap agar pemerintah bisa segera melakukan relokasi dan pembebasan lahan di kawasan yang termasuk titik rawan kemacetan.

Baca Juga   Rasa Nasionalisme Terusik, Anggota Kodim 1009/Pelaihari Lihat Bendera Usang

“Dengan dibebaskan lahannya kan bisa dilakukan pelebaran jalan. Supaya kemacetan bisa teratasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Lurah Sungai Lulut, Djamaluddin mengaku sudah melakukan negosiasi dengan para pedagang yang berjualan di kawasan Pasar Sungai Lulut. Namun para pedagang tetap kekeuh bertahan disana.

“Untuk sekarang kita belum bisa melakukan relokasi pada para pedagang yang ada ini. Soalnya kita belum menemukan tempat yang pas sebagai pengganti pasar ini,” jelasnya.

Lanjutnya, Pria berkumis tipis itu menegaskan jika para pedagang tersebut memang masih ingin berdagang, mereka harus menjaga bahu jalan agar tidak dijadikan tempat parkir oleh pembelinya.

“Itu di seberang ada tempat untuk parkir, jadi jangan parkir dipinggir jalan, karena mengganggu arus lalu lintas kawasan ini,” tutupnya.

Reporter/Foto : Fadlan Zakiri
Editor : Mukta

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *