Sengketa Lahan PT BIB dan HRB, Warga Adat di Tanbu Gelar Aksi

  • Whatsapp
Ratusan orang yang tergabung dalam Ormas Lembaga Musyawarah Masyarakat Dayak Kalimantan Selatan ( LMMDKS )

Topwarta.com, Pelaihari- Ratusan orang yang tergabung dalam Ormas Lembaga Musyawarah Masyarakat Dayak Kalimantan Selatan ( LMMDKS ) menggelar aksi di sekretariat/posko Ormas Forum Gerakan Masyarakat Borneo( FGMB ), Jalan A. Yani Desa Sebamban Baru, Kecamatan Sungai Loban, Tanah Bumbu. ( 05/02/2020 ).

Koordinator lapangan LMMDKS, Dana Lumur mengatakan, aksi tersebut terkait penyelesaian sengketa lahan/hak ulayat antara PT. Borneo Indo Bara ( BIB ) dan PT. Hutan Rindang Banua ( HRB ) dengan masyarakat adat Desa Sebamban Baru, Sebamban Lama, Mangkalapi dan Desa Hati’if.

Kapolres Tanah Bumbu, AKBP Sugianto Marweki, turun langsung ke lokasi posko ormas memberikan perhatian khusus kepada para pengunjuk rasa dengan menyampaikan aturan agar unjuk rasa berjalan dengan damai dan tidak melewati batas waktu yang di tentukan.

“Silahkan melakukan tuntutan sesuai fakta di lapangan dengan di dasari legalitas yang jelas, bukan tuntutan yang mengada-ada,” tegas Sugianto.

Ratusan orang yang tergabung dalam Ormas Lembaga Musyawarah Masyarakat Dayak Kalimantan Selatan ( LMMDKS )

Beberapa saat kemudian, massa aksi tiba di lokasi kantor PT. Bara Indo Bara ( BIB ), mereka kemudian meminta persetujuan untuk melaksanakan ritual adat tradisi Loksado, ritual adat tersebut dipimpin oleh Kepala adat Dayak Kalimantan Timur, Rustani, dan sebagai pawang Incau selaku tokoh adat dengan memotong satu ekor babi sebagai persembahan atau syarat.

Usai ritual adat, kemudian dilakukan mediasi antara perwakilan massa aksi dan PT. BIB yang diwakili oleh Robin selaku Direktur Security dan Strategi di dampingi KTT, Hariadi.

“Persoalan sengketa lahan saat ini memasuki tahap mediasi di tingkat Kementrian Polhukam dengan perintah pembentukan Tim Verifikasi melalui Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” jelas Robin.

Ratusan orang yang tergabung dalam Ormas Lembaga Musyawarah Masyarakat Dayak Kalimantan Selatan ( LMMDKS )

Dana Lumur yang saat itu di dampingi Ketua Dayak Kalimantan Timur, Rustani, Menyayangkan adanya musyawarah di Batulicin yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu tanpa kehadiran dirinya selaku Ketua LMMDKS.

Baca Juga   Paman Birin Gelorakan Semangat Bertani

“Belum pernah diadakan mediasi dan musyawarah dengan PT. BIB maupun PT. HRB,” jelas Dana Lumur.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *