Rasa Dirugikan, KSBSI Kalsel Demo Tolak RUU Omnibus Law

  • Whatsapp
law

toopwarta.com, Banjarmasin- Tolak Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) dan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kalimantan Selatan gelar demo depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (20/1).

Biro Hukum KSBSI Kalimantan Selatan, Sumarlan mengatakan, Omnibus Law merampingkan dari 74 Undang-undang menjadi 1 Undang-undang.

Undang-undang nomer 13 tahun 2003 misalnya. undang-undang ini kalau dijadikan Omnibus Law menjadi Undang-undang khusus ke umum.

Ia ingin kalau pun mau merevisi Undang-undang tersebut keterlibatan dari Serikat Pekerjaan baiknya dilibatkan agar dibahas bersama-sama.

law

“Dalam Undang-undang itu memang ada yang sudah tidak relevan, ayo kita bahas perpasal, jangan membrendel Undang-undang,” jelasnya.

Tolak Rancangan Undang-Undang Omnibus Law

Adapun alasan penolakan tegas dari buruh terhadap Rancangan Undang-Undang Omnibus Law sebagai berikut :

1. Sarat dengan kepentingan pengusaha dan beroreantasi kapitalis.
2. Pengangkatan pekerja semakin tidak jelas.
3. Akan menghilangkan upah minimum yang selama ini ada, khususnya bagi pekerja yang bekerja di bawah 40 jam seminggu.
4. Pesangon yang sudah diatur dalam UU 23 tahun 2003 akan dihilangkan, diganti dengan istilah Tunjangan PHK yang hanya 6 bulan upah.
5. Mengancam jaminan sosial pekerja akibat adanya system yang fleksibel, sementara untuk mendapatkan jaminan pensiun dan hari tua harus ada kepastian kerja.
6. Mempermudah masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA).

Baca Juga   Viral Insiden Minahasa, FKUB dan Polres Tala Deklarasi Bersama

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *