Pelangi, Komunitas Wanita Orangtua Tunggal Merajut Kebersamaan dalam Perbedaan

  • Whatsapp
Lembaga Kajian Keislaman Kemasyarakatan (LK3) Banjarmasin membentuk komunitas Pelangi

Topwarta.com, Banjarmasin- Berawal pada semangat menjalin kerukunan antar agama dalam padanan kesetaraan perempuan, Lembaga Kajian Keislaman Kemasyarakatan (LK3) Banjarmasin membentuk komunitas Pelangi, yang menghimpun para wanita yang berstatus orangtua tunggal dari berbagai latar belakang agama.

Komunitas Pelangi yang didirikan pada tahun 2015 ini bertujuan mengantarkan perempuan tidak hanya menjadi terampil, melainkan juga unggul dalam menyebar kasih dan merajut harmoni kebhinekaan.

Koordinator Pelangi, Mariatul Asiah menjelaskan bahwa agenda rutin mereka adalah untuk menguatkan jiwa perempuan yang berstatus kepala keluarga agar dapat berkembang dan berguna untuk orang banyak.

“Kita disini saling berproses, anggotanya satu sama lain kemudian menguatkan dan terciptalah seperti sekarang. Lima tahun berproses bersama, ada yang masuk ada yang keluar namun kita kemudian memandang visi yang sama bahwasanya keberagaman itu ada dan kita disini merasakan perbedaan yang real baru bisa belajar apa itu perbedaan”, paparnya.

Lembaga Kajian Keislaman Kemasyarakatan (LK3) Banjarmasin membentuk komunitas Pelangi

Komunitas Pelangi juga memiliki kelas pembelajaran keterampilan sasirangan bagi para anggotanya. Hasil sasirangan yang diproduksi selama ini berhasil dipasarkan dalam berbagai galeri dan event-event yang diikuti.

“Disini kita belajar sasirangan, selain itu juga kita kolaborasi dengan pengrajin lokal untuk anyaman dan kemudian kami modifikasi kembali dengan kain sasirangan. Kita juga sering ikut kegiatan – kegiatan, kayak Banjarmasin Sasirangan Festifal kita ikut, kalau saya ada tugas ke jawa saya bawa juga beberapa produknya ini.”, jelas Mariatul yang juga dosen UIN Antasari Banjarmasin ini.

Lembaga Kajian Keislaman Kemasyarakatan (LK3) Banjarmasin membentuk komunitas Pelangi

Hal serupa disampaikan Ware Dayani, salah seorang anggota Pelangi yang awalnya tertarik dengan diskusi yang diadakan, merasakan suasana kekeluargaan yang kental di komunitas Pelangi.

Baca Juga   Komunitas Begaya, isi Waktu Akhir Pekan dengan Belajar Sejarah

Lembaga Kajian Keislaman Kemasyarakatan (LK3) Banjarmasin membentuk komunitas Pelangi

“Awalnya memang sekedarnya, akhirnya melekat dengan jiwa, saya tambah mendalam memahami keberagaman yang ada karena disini saya mengalami indahnya perbedaan itu”, ujar Ware yang merupakan seorang pendeta ini.

Ware berharap komunitas ini dapat lebih besar dalam mengajak orang lain memaknai arti perbedaan.

“Kita disini berbeda, perempuan itu saja ada perbedaannya. Ada yang masalahnya disini ada yang letak masalahnya disana, itu perbedaan yang harus disadari bahwa perempuan saja ada perbedaannya belum lagi dalam aspek yang luas kalau kita bicara soal interfatihnya”,tutupnya.

Reporter : Nagawati Limantara
Editor : Akbar Laksana

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *