Menakar Plus Minus Penghapusan Ujian Nasional

  • Whatsapp
un di hapuskan1

Topwarta.com, Banjarmasin – Rencana penghapusan UN (Ujian Nasional) oleh Mendikbud (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) RI ternyata mendapat berbagai respon dari pengamat pendidikan, salah satunya Syubhan Annur.

Salah satu pengamat pendidikan asal Universitas Lambung Mangkurat itu mengungkapkan rencana penghapusan UN tersebut memiliki sisi positif dan negatif bagi perkembangan siswa.

“Konsep UAN sebenarnya mengukur tingkat pencapaian kognitif siswa, seberapa jauh capaian pengetahuan dan pemahaman siswa dalam mengikuti pembelajaran di sekolah selama 3 tahun terakhir,” ucapnya pada topwarta.com, Selasa (14/1) siang.

Akan tetapi menurut Syubhan, dalam perkembangan dewasa ini siswa tidak hanya diukur dari tingkat capaian kompetensi kognitif saja, namun juga perlu pencapaian kompetensi lainnya yaitu aspek afektif dan psikomotoriknya.

Dari kacamata Syubhan, UN yang sudah berjalan sebelumnya, belum menyentuh kemampuan pengembangan kognitif dan karakter dari siswa. Tapi lebih memperkuat aspek memori siswa.

“Dimana kognitif dan memori merupakan dua hal yang berbeda,” sebutnya.

Rencana penghapusan UN (Ujian Nasional)

Lanjutnya, Dengan kata lain UN hanya berdasarkan kemampuan siswa dalam ingatan hapalan. “Makanya kalau kita lihat keadaan sekarang, lebih banyak siswa yang lebih fokus menghapal dibanding dengan memahami dari isi pembelajaran,” tegasnya.

un di hapuskan

Ia menuturkan, kalaupun dihapus atau diganti istilahnya oleh Nadiem Makariem Mendikbud dengan nama ‘Merdeka Belajar’. Ia berharap pergantian tersebut agar bisa lebih menekankan pada aspek kognitif, afektif (karakter) dan psikomotorik siswa.

Baca Juga   Balai Bahasa Kalsel, Upayakan Raih Penghargaan Adi Bahasa

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *