Klenteng Sutji Nurani, Ikon Pacinan Banjarmasin di Era Kolonial

  • Whatsapp
Klenteng Sutji Nurani, Ikon Pacinan Banjarmasin di Era Kolonial

Topwara.com,Banjarmasin- Kota Banjarmasin memiliki klenteng yang berusia lebih dari 1 abad yang bernama Kelenteng ‘Soutji Nurani’. Kelenteng itu berada di tengah kota di seberang jalan wisata Patung Bakantan.

Meskipun usianya sudah tua, namun hingga saat ini masih berdiri megah, indah serta terjaga keotentikannya sebagai tempat ibadah masyarakat tionghoa yang terletak di tepi sungai martapura.

Menurut salah satu Sejarawan dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Mansyur S.Pd M.Hum, menyebut asal usul terbangunnya klenteng di Banjarmasin. Pada saat itu, elemen utama dari sebuah permukiman cina (Pacinan) adalah klenteng.

“Klenteng menurut Dana Listiana, merupakan pusat kehidupan masyarakat Cina. Wajar, jika keberadaannya menjadi inti dalam sebuah permukiman Cina. Klenteng bukan sekadar penghias kampung. Klenteng adalah wujud kosmologi Tiongkok,” jelas Mansur.

Ikon Pacinan Banjarmasin di Era Kolonial

Klenteng Sutji Nurani, Ikon Pacinan Banjarmasin di Era Kolonial

ia menuturkan bahwa tujuan pendirian klenteng adalah usaha menjaga keseimbangan kosmos, antara manusia dan alam. Tentunya, pembangunan klenteng ini bermaksud khusus. Ditujukan untuk kepentingan atau kalangan tertentu.

Baca Juga   Gara Gara Sebuah Lobang, Mobil Pick-up Hantam Pohon Depan Eks Pabrik Gula

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *