Baru Diperbaiki, Sensor NO2 ISPU Lambung Mangkurat Kembali Rusak

  • Whatsapp
Sensor NO2 ISPU Lambung Mangkurat Kembali Rusak

Topwarta.com, Banjarmasin- Sensor pengukur NO2 (Nitrogen Dioksida) pada papan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang terletak di Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin, tepatnya berada di depan hutan kota kembali rusak.

Padahal 2 pekan yang lalu DLH Banjarmasin sudah menyatakan ISPU yang ada di kota Banjarmasin sudah berjalan normal.

Hal itu terlihat dari pantauan di lapangan, kadar O3 yang terpampang pada papan tersebut mencapai level tidak sehat. Bahkan kadar NO2 sampai level berbahaya. Kamis, (20/02) Siang.

Ketika di konfirmasi, Kepala Seksi (Kasi) Pemantauan Kualitas Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Fitriani membenarkan jika memang terdapat kerusakan pada sensor pengukur NO2.

“Memang benar ada kerusakan pada Sensor pengukur NO2 yang ada pada alat tersebut,” ucap Fitriani pada topwarta.com.

Ia menyebut dalam hal ini, pihak DLH Kota Banjarmasin tidak bisa melakukan perbaikan terhadap kerusakan tersebut. Pasalnya seluruh komponen yang ada pada alat tersebut merupakan milik Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK RI).

“Karena alat itu milik Kementrian, jadi kita tidak berhak melakukan perbaikan,” ujarnya.

Sehingga pihaknya hanya bisa melakukan pelaporan kepada Kementrian jika sensor ISPU yang ada di Banjarmasin telah mengalami kerusakan.

Kendati demikian, menurut wanita dengan sapaan Fitri itu, hingga saat ini DLH Banjarmasin masih belum mendapat kepastian kapan akan dilakulan perbaikan.

“Sudah lama kerusakan itu kita laporkan ke KLHK, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan kapan mau diperbaikinya,” ungkapnya.

Sensor NO2 ISPU Lambung Mangkurat Kembali Rusak

Hal senada juga ditambahkan oleh Kepala Bidang Pengawasan DLH Banjarmasin, Wahyu Hardi Cahyono mengaku pihaknya masih menunggu jadwal giliran perbaikan atau perawatan dari Kementrian Lingkungan Hidup.

Baca Juga   Teluk Tiram Heboh, Ular Piton Masuk Rumah Warga

“Kita berharap pihak Kementeian secepatnya bisa melakukan perbaikan, agar masyarakat tidak bingung dengan kualitas udara di Banjarmasin,” harapnya.

Adapun senyawa NO2 sangat berbahaya bagi bahan pencemaran udara. Bahan kimia tersebut memiliki warna coklat kemerahan dan berbau tajam. Sementara saat ini udara yang dihirup tidak terasa demikian.

Ia menegaskan, bahwa udara yang ada di Kota Baiman itu masih dalam keadaan normal dan sehat. “Cuma sensornya aja yang rusak,” pungkasnya.

Reporter/Foto : Fadlan Zakiri
Editor : Mukta

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *