5 Bahaya Rokok Elektrik Bagi Kesehatan yang Harus Diwaspadai

  • Whatsapp
bahaya rokok elektrik

Topwarta.com, Banjarmasin – Merokok menjadi kegiatan rutin setiap hari, terutama untuk kaum laki-laki. Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat rokok biasa mulai ditinggalkan dan berpindah ke rokok vape atau rokok elektrik.

Banyak orang berpendapat bahwa rokok elektrik memiliki tingkat bahaya yang lebih rendah dibandingkan dengan rokok tembakau. Akibatnya banyak orang lebih memilih berpindah dari rokok tembakau ke rokok elektrik. Namun, apakah benar bahaya rokok elektrik lebih rendah dari pada rokok biasa?. Oleh karena itu mari kita simak penjelasan mengenai bahaya rokok elektrik atau vape.

Sebenarnya Apa Itu Rokok Elektrik?

Rokok elekronik atau biasa dikenal dengan sebutan vape adalah sejenis pengatar nikotin dengan cara elektronik. Rokok jenis ini diciptakan dengan dalih untuk mengurangi pecandu rokok tembakau untuk mulai berhenti merokok. Dengan cara beralih ke rokok elektronik, secara perlahan agar bisa segera berhenti merokok.

Ada tiga komponen utama dalam rokok vape, yaitu baterai, pemanas, dan sebuah tabung (cartridge) yang berisi cairan yang mengandung nikotin, propilen glikol atau gliserin, serta penambah rasa.

Cara kerja rokok elektrik yaitu dengan cara memanaskan cairan dalam tabung kemudian menghasilkan uap yang mengandung berbagai zat kimia. Kemduian pengguna bisa menghirup asap pada corongnya langsung.

Sebelum mengetahui bahaya apa saja bagi pecandu rokok elektrik, ada baiknya kita mengetahui apa saja yang terkandung dalam rokok elektrik ini.

Apa Saja Kandungan dalam Rokok Elektronik?

Dilansir dari hellosehat.com, kandungan rokok terdiri dari :

  • Nikotin, dalam satu rokok biasa tekandung antara 0-100 mg.
  • Propilen glikol atau gliserin berfungsi untuk memproduksi uap air. Menghirup propilen glikol dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan pada beberapa individu
  • Penambah rasa, seperti coklat, aggur, vanila dll untuk menimbulkan rasa saat menghirupnya.
  • Tobacco-specific nitrosamine (TSNA). TSNA merupakan senyawa karsinogen yang ditemukan dalam tembakau dan rokok tembakau.
Baca Juga   Kontrol Pencemaran Udara DLH Rutin Periksa Emisi Kendaraan

Jenis-Jenis Rokok Vape atau Elektrik

Ada berbagai jenis dan bentuk dari rokok vape, umunya rokok vape ditemukan dalam berbagai bentuk dan ukuran yang berbeda.

1. Rokok Elektrik Jenis Pen

bahaya rokok elektrik

Rokok elekrik jenis pen memiliki cara kerja sama seperi rokok elektrinik lainnya, yaitu dengan cara memanaskan cairan yang kemudian menghasilkan asap. Vape jenis pen ini juga merupakan rokok elektrik terkecil dari jajarannya.

2. Rokok Elektrik Jenis Portable

bahaya rokok elektrik

Perbedaan vaporizer portable dengan pen adalah dari segi bentuknya yang lebih besar. Meski begitu jenis portable adalah yang paling laris dibandingkan dengan jenis lainnya. Komponen di dalamnya pun masih sama, terdiri dari baterai, pemanas, dan cartridge.

3. Rokok Elektrik Jenis Dekstop

bahaya rokok elektrik

Jenis dekstop adalah yang terbesar diantara vaporizer lainnya. Karena bentuknya yang relatif besar, membuatnya tidak dapat dibawa kemana-mana.

Bahaya Menggunakan Rokok Elektrik Untuk Kesehatan

Meskipun dikatakan rokok elektrik memiliki dampak negatif lebih sedikit dibandingkan dengan jenis rokok biasa, vaporizer ternyata tetap saja memiliki bahaya bagi kesehatan.

1. Meningkatkan Resiko Tekena Kangker

Bahaya menggunakan rokok elektrik yang pertama adalah dapat memicu resiko terkena kangker. Cairan pada rokok mengandung formaldehida yang menyebabkan terjadinya kangker. Sebagian bahan cair rokok elektrik mengandung propelin glikol dan gliserol, juga bisa berubah menjadi formaldehida jika dipanaskan, hal itu dianggap rokok elektrik dapat menyebabkan kangker, terutama kangker paru-paru.

2. Menginkatkan Resiko Kerusakan Paru-paru

Apakah kamu tahu bahwa ras enak dan lezat saat menghirup asap rokok elektrik berasal dari zat berbahaya bernama diasetil. Jika terhirup zat ini akan menyebabkan peradangan serta kerusakan pada paru-paru, serta menimbulkan penyakit ronchiolitis obliterans (paru-paru popcorn).

3. Meningkatkan Resiko Penyakit Darah Tinggi, Diabetes, dan Penyakit Jantung

Seperti rokok biasa pada umunya, rokok elektrik juga mengandung nikotin. Penggunaan nikotin untuk jangka panjang bisa menyebabkan naiknya tekanan darah dan meningkatkan denyut jantung, serta meningkatkan resiko resistensi insulin, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.

Baca Juga   RS Sultan Suriansyah Sudah Layani 400 Lebih Pasien BPJS

4. Menurunkan Daya Ingat

Bahaya rokok elektrik lainnya yaitu dapat menurunkan daya ingat pada anak. Rokok elektrik sangat populer dikalangan remaja dan dewasa. Menurut penelitian, kandungan nikotin pada rokok elektrik dapat membuat anak remaja menjadi lebih aktif.

Namun jika digunakan dalam jangka panjang, kandungan nikotin pada rokok elektrik menyebabkan ganguan pada daya ingat dan penurunan konsentrasi.

5. Menyebabkan Kecanduan

Seperti rokok biasa pada umumnya, vape juga menyebabkan kecanduan pada penggunannya. Berhenti menggunakan rokok elektrik dapat menyebabkan stres, mudah marah, gelisah, dan sulit tidur.

Bahaya lain dari rokok elektrik dikabarkan mudah meledak bila baterai terlalu panas. Jika dibandingkan dengan roko biasa, asap yang ditimbulkan rokok elektrik jauh lebih aman.

Bahaya rokok elektrik secara pasti belum diketahui, namun kita harus tetap waspada karena bisa saja rokok tipe elektrik jauh lebih berbahaya.

Penulis : Suharmadi
Sumber : alodokter.com, hellosehat.com
Foto : pixabay.com, hellosehat.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *